Manpower Indonesia di Luar Negeri


Prams Pram budhi
Mengutip
Rudi Ariffianto


Pak, Budhi. Sebelumnya terimakasih sudah bersedia untuk diwawancarai soal peluang tenaga kerja migas Indonesia di Qatar.

Adapun beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan lebih lanjut, sbb:
1. Sejak kapan kebijakan 'mengundang' tenaga kerja migas Indonesia dan 'menutup' bagi tenaga kerja migas India dan Filipina diterapkan oleh pemerintah Qatar?
2. Seberapa efektifkan kebijakan itu mendongkrak jumlah tenaga kerja Indonesia di sana?
3. Adakah data statistik dari tahun ke tahun (taksiran/perkiraan bila tidak ada data resmi) yang menunjukkan perbedaan jumlah tenaga kerja migas sebelum dan pascapemberlakukan 'undangan' bagi tenaga kerja Indonesia dan penghentian bagi tenaga kerja India dan Filipina?
4. Bagaimana dampak 'mengalirnya' tenaga kerja migas Indonesia ke Qatar terhadap kesejahteraan (gaji dan sbg) tenaga kerja migas Indonesia.
Apakah terjadi penurunan ataukah justru peningkatan. Dan bagaimana perbandingan antara kesejahteraan tenaga kerja migas asal Indonesia dibandingkan dengan asing dan juga tuan rumah (Qatar).
5. Apa hambatan utama yang banyak di temui tenaga kerja migas Indonesia baik yang akan menuju, maupun setelah berada di Qatar?
6. Harapan apa yang diinginkan terhadap pemerintah Indonesia terkait dengan ketenagakerjaan migas di Indonesia.
7. Selain di Qatar, adakah negara lain yang menjadi primadona tenaga kerja migas Indonesia?
8. Bila ada informasi-informasi penting lainnya mohon bantuan untuk ikut ditambahkan, Pak.

Terimakasih sebelumnya untuk Pak Budhi dan Bapak-bapak engineer migas Indonesia.




Kenapa tidak tanyakan langsung ke Atase Depnaker disana? Saya hanya kenal dengan Atase Depnaker di Riyadh, Saudi, Pak Sukamto (kebetulan paman saya). Jika ingin kontak beliau, silakan japri ke saya dan akan saya berikan nomor telepon dan email beliau. Mungkin beliau bisa membantu. Terima kasih.

Budhi,


Migas Indonesia,

Suatu saat diselenggarakan Press Conference untuk International Event MAPREC 2007 yang diselenggarakan oleh KMI. Pada saat itu saya terlibat pembicaraan panjang dengan salah satu wartawan dari Bisnis Indonesia Rudi Ariffianto. Saya tidak menyangka
kalau bincang-bincang santai ini ternyata dipublikasikan melalui media massa seperti yang sudah diposting oleh salah satu anggota kita Mas Ibnu :-( Saya kira hanya wawancara dengan Ditjen Migas dan BPMIGAS saja yang dipublikasikan ke umum.

Siang ini ternyata wawancara masih berlanjut melalui telepon. Hanya saja karena saya tidak mempunyai informasi yang sahih diseputar pertanyaan di bawah ini, maka saya meminta Pak Rudi untuk mengirimkan daftar pertanyaan tersebut ke Milis Migas Indonesia. Jadi bagi rekan-rekan Migas Indonesia yang berdomisili di Timur tengah, silahkan menjawab pertanyaan di bawah ini, anggap saja wawancara jarak jauh via milis Migas Indonesia. Publik perlu disadarkan mengenai realita yang sebenarnya terjadi, tidak selamanya berita buruk dialami oleh rekan TKI.

Bapak Yoga P. Suprapto sewaktu Syukuran Ultah Migas yang ke-6 tanggal 31 Agustus 2007 yang lalu mengatakan bahwa start-up beberapa LNG Plant di dunia, khususnya di Timur tengah ternyata dilakukan oleh putra-putri Indonesia, terutama lulusan dari Arun dan Bontang. Sesuatu hal yang membanggakan beliau sebagai Direktur Utama PT. Badak NLG. Saya kira hal yang sama juga berlaku untuk beberapa pabrik petrochemical karena banyak rekan-rekan kita dari Banten yang bekerja di Timur Tengah.



trist sutrisno


Pak Budhi, salam dari qatar.

saya ingin juga ikut memberikan beberapa view mengenai tenaga kerja di qatar, di lingkungan oil,gas and petrochemical. saya gabung di Qatar dari 2002, dan sejak itu hingga 5 tahun terakhir mungkin lebih dari 500 orang Indo yang join di beberapa industri di qatar, dari operator, technician,accountant,purchaser,paramedic, supervisor, engineer sampai assisten manager.
Semua ada disini pak.
Di Qatar ada 3 area kerja yang berbeda,
1. North ( Ras Lafan), Halul
Di area ini fokus di gas processing ( LNG,GTL, oil and gas drilling).
2. Dukhan Field.
Fokus di oil drilling and mungkin ada refinerynya juga.
3. Mesaieed.
Fokus di petrochemical, ( Polyethylene, MTBE,LA-Benzene,Ethylene, VCM,Methanol, Ammonia,Urea, and juga oil refinery and NGL .

Saya yakin di setiap company di atas pasti ada anak2 indonesia yang bekerja.
Di Mesaieed sendiri kurang lebih 200 s/d 300 orang indonesia.

Tentunya semua punya pengalaman yang berbeda dari tiap individu, dari pak Taufik ada beberapa info yang bisa di kaji plus weather yang ekstrim.

Salam untuk Indonesia.


ramadhan syahrir


Assalamualaikum wr wb,

salam dari qatar...sekedar tambahan untuk tenaga kerja indonesia yg bekerja di qatar bisa dilihat di website http://kbridoha.com/content.asp?contentid=1482 data website tersebut update sampai januari 2007


murdi santoso


Pak Trisno,
saya murdi santoso, saya pengamat milis ini, saya ingin menanyakan bagaimana peluang tenaga IT disana untuk orang indonesia, karena sangat sedikit informasi tentang peluang tenaga IT di middle east untuk orang indonesia...

thanks



trist sutrisno


Maaf Pak Saya lupa juga bahwa peluang IT juga sangat banyak,di company tempat saya kerja ada 4 orang system analyst yang baru sekitar 1 tahun join.
dan company lain saya amati ada yang recruit beberapa orang analyst.


topik qatar


Assalamualikum P' Budhi..
Saya, M.Taufik bekerja di Qatar Petroleum alhamdulillah sudah berjalan lima tahun.
Saya ingin memberi sedikit gambaran pendapat pribadi saya ttg tenaga kerja migas Indonesia di Qatar.
Pertanyaan 1~3: Saya kira pihak embasy indonesia di Qatar yg paling tepat memberi gambaran pasti data statistik tenaga migas indonesia di Qatar.
4. Mengenai kesejahteraan tenaga kerja migas indonesia di Qatar saya merasakan makin meningkat seiring dg kenaikan gaji & tunjangan2 yg diberikan perusahaan untuk mengimbangi meningkatnya biaya hidup/inflasi di Qatar. Gaji antara tenaga migas indonesia dibandingkan dg philipina/India tidak terlalu jauh berbeda, mungkin kita masih sedikit lebih baik sedangkan dg tenaga kerja lokal (qatari) mereka masih jauh lebih baik, karena mereka mendapatkan banyak tunjangan2 tambahan baik dari perusahaan maupun pemerintah agar mendorong mereka mau bekerja. Bisa di maklumi.
5. Hambatan yg dihadapi tenaga migas indonesia di Qatar adalah bagaimana mengadaptasi diri dan keluarga thd lingkungan baru, iklim (musim panas/dingin yg extrim), makanan dan jauh dari kerabat.
6. Harapan saya supaya pemerintah Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas & jumlah tenaga profesional di luar negeri yg secara otomatis memberi banyak devisa bagi negara dan juga memberi jaminan perlindungan terutama jaminan kesehatan ketika kita kembali ke Indonesia. Seperti dimaklumi, setelah kembali ke Indonesia dan tidak bekerja lagi, kita harus berjuang sendiri tidak seperti PNS/anggota DPR atau pegawai BUMN yg mendapatkan perlindungan/pensiun seumur hidup.
7. Selain Qatar, Emirat Arab, Saudi, Kuwait, dan Oman masih menjadi favourite kita.

Demikian sedikit gambaran dari saya.



Hardinal, H


DH Pak Taufik

Kalau saya boleh tau dan juga mungkin kami (yang tertarik untuk bekerja diQatar) bisa share dengan anda, berapa rate sallary untuk engineer disana?
Terimakasih atas infonya.


Teddy

Untuk orang asia,
35000QR itu sepertinya all in package per bulan untuk senior staff karena memang all in package berkisar 8750-10000US$. all in itu sudah termasuk basic salary+housing allowance+bonus tahunan/12+transport allowance+site allowance+furniture allowance (45000/48)+++ all free tax basic salary saya kira untuk semua anak perusahaan QP dan Joint Venture nya, permanen status berkisar 13000-23000 an tergantung grade nya free tax belom termasuk End of Service Benefit, Non interest Car Loan, medical+dental, uang cuti (yang besarnya tergantung jumlah keluarga dan point of origin, bebas air+listrik+telfon local itu juga belom termasuk perjalanan bisnis, training, seminar, dsb... patut diingat bahwa akomodasi di doha sekarang boleh dibilang mahal sekali.
Keuntungan di hire RasGas atau Qatar Gas adalah villa (minimal 4 bed room) sudah disediakan, jadi yang bersangkutan tidak perlu pontang-panting cari akomodasi (dengan catatan housing allowance tidak diambil).
QatarGas pasti akan buka harga duluan..jadi pakai strategi jemput bola saja...selanjutnya bapak mau mainkan di lapangan tengah dulu, atau bapak mau langsung saja umpan lambung jauh menusuk ke daerah penalti lawan, atau bapak balik kandang itu terserah bapak selanjutnya.


"James Arifin":


Sambil menunggu, ada buku panduan HR tergeletak di meja dan saya baca2 dan summary sbb:

0. Kategori karyawan: Managerial, Senior Staff dan Non Staff.
1. Struktur Organisasi : Flat (President, VP, Manager, Head, SS, NS)

2. Airline ticket : Economy untuk semua level di bawah salary grade 1 untuk kali pertama datang dan annual ticket sedangkan saat berdinas akan diberikan Business Class, kira US750/orang untuk economy class.

3. Transportation Allowance: SS= QAR 4000

4. Car loan : minimum 45000QAR atau 5x Basic Salary, whichever higher.

5. Furnishing Grant : QAR 45000

6. Education Assistance = QAR 36500 (US$ 10000) per tahun per anak (perkiraan)

7. End of Service Bonus = 1 x Basic Salary / year.

Masih banyak benefit lainnya.

Dari analisa saya, gaji perusahaan minyak di Indonesia untuk posisi Senior Staff masih ketinggalan sedikit dari Qatar, tapi menurut saya hal terbaik di

Indonesia adalah adanya JAMSOSTEK, PENSION FUND dan PAP. Bagi pekerja di Oil & Gas company, semua itu standar dan komponen terbesar hingga saat ini yang menahan orang minyak di Indonesia mengungsi ke LN adalah faktor PAP. Dalam interview dengan pihak HR, saya minta mereka mempertimbangkan hal tersebut untuk dikompensasikan.

Doha termasuk kota yang sedang berkembang dan bagi para pekerja yang punya jiwa bisnis, akan ada banyak kesempatan untuk berbisnis di sana juga. Namun semuanya mesti kerja sama dengan orang Qatar biar mudah. Petrol di sana sangat murah, kualitas premium dihargai QAR 0.7 sedangkan kualitas Pertamax 0.8 QAR. Namun air cukup mahal sekitar QAR 1 untuk setiap botol ukuran 500ml. Hari kerja di Qatar adalah Minggu hingga Kamis, libur Jumat dan Sabtu.

Selesai interview, saya dihantar kembali ke hotel dan menginap gratis 1.5hari di Doha untuk jalan jalan dan dibayar QG. Lumayan juga. Saya sempat jalan ke City Center Mall dan belanja di Carrefour sebelum malamnya berangkat pulang ke Indonesia lagi. Tempat rekreasi cuma sedikit doang, Corniche Beach, City Center Mall, dan satu mall lagi yang lumayan besar. Harga barang sedikit lebih mahal dari Jakarta tapi ada juga yang lebih murah. Menyupir di Qatar adalah pekerjaan paling beresiko karena semua orang membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Saya naik taksi dari Ramada ke City Center dengan kecepatan 120 kph dan Qatar punya terlalu banyak bundaran sehingga berpotensi menjadi sumber kemacetan di masa mendatang kalau tidak diantisipasi dari sekarang.

Menurut pendapat saya, orang Indonesia harus berani apply ke posisi minimal Head karena fasilitasnya lebih lucrative terutama Business Class ticket untuk relocation dan yearly annual leave ticket.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk rekan2 sekalian. Maaf kalau ada salah salah kata.


Thomas Yanuar


Pak Arifin,

Waduh..Pak Widodo ada ada aja bilang salary saya gede..jadi malu. Sepengetahuan saya, untuk Senior Position apalagi sesuai info Bapak mendapat paket benefit standard expatriate, QG pastilah sudah mempunyai skema/struktur renumerasi yang baik. Saran saya, tanpa bermaksud membujuk lho Pak, Bapak dapat menerima dengan mencoba negosiate + 10-15%. Kenapa? Alasannya adalah, pertama, saya yakin paket yang ditawarkan (program short term) melebihi banget gaji permanent employee. Kedua, Qatar Gas memiliki kebijaksanaan EEO untuk expatriate tanpa melihat dari asal negara (namun hal ini tidak berlaku untuk personel PMT, contohnya american yang berasal dari organisasi induk/JV pasti dibayar lebih besar dibanding american yang PDH (Project Direct Hire) apalagi dibandingin expat dari negara lain untuk jabatan yang sama). Ketiga, BS yang diterima oleh personel kontrak di QG termasuk yang terbaik dibanding dengan BUMN yang lain apalagi jika Bapak bandingkan dengan perusahaan swasta diQatar. Patokan 4 x BS yang diterima di tanah air, saya tidak memiliki info yang cukup valid. Tapi sebagai contoh dari saya sendiri, sewaktu saya dihire untuk proyek LNG Tangguh (Papua) sebagai Project Engineer, BS 15 jeti (nett), diQG kontrak saya USD 8500/month all in (gross). Info range yang Bapak dapat, mohon maaf, saya juga tidak memiliki info yang valid, tetapi angka tersebut mendekatilah. Menurut saya, mereka telah memiliki angka dimana mereka akan bermain, yang akan ditawarkan ke Bapak sesuai hasil interview dan experience Bapak nantinya. Jadi pandai-pandailah Bapak bermain juga di angka "upside". Short Term tersebut juga mereka pergunakan sebagai "probation" sebelum mereka mengubah menjadi long term, itu biasa disini Pak.

Demikian Pak, info dari saya, semoga berguna atau malah bertambah bingung? hehehe..


Thomas Yanuar


Pak Arifin,
EEO itu Equal Employement Opportunity (mendapakan kesetaraan kesempatan karir tanpa melihat asal negara. jenis kelamin atau SARA), namun hal ini tidak berlaku buat Qatari. Dengan kata lain, jika saingan Bapak seorang Qatari untuk jabatan yang sama, siap-siap ngelus dada jika dia yang dipilih meski kemampuan Bapak melebihi. PMT itu Project Management Team, satu tim manajemen proyek yang mewakili Owner dimana personel tim diisi mereka yang telah memiliki jam terbang yang tinggi (experience + capabilities) untuk bidangnya. Rekans saya di PMT rata2 memiliki jam terbang diatas 12 tahun sampai 30 tahun dan backgroundnya capable untuk multi task. USD 8500 itu emang untuk semuanya Pak kecuali education karena saya single status. Untuk Sr, kelas penerbangan memakai bisnis, emergency leaving setahu saya atas biaya sendiri, ini dari pengalaman beberapa temen Pak, mungkin Bapak bisa negosiasikan diawal.
Semoga berguna.


James Arifin


Pak Thomas,

Saya mendapatkan informasi dari Pak Widodo (RasGas) untuk berkonsultasi mengenai penawaran pekerjaan di Qatar Gas. Pak Widodo menyarankan saya untuk konsultasi dengan bapak karena bapak termasuk salah satu orang Indonesia yang mendapatkan gaji yang lumayan besar di QG. Dalam beberapa hari ke depan, 1-2 minggu saya akan travelling ke Doha untuk mengikuti second interview dengan pihak HR and end user di Qatar Gas. Posisi yang mereka tawarkan ke saya adalah sebagai Sr. LNG Sales Administration dengan paket benefit standard QG yang didapat semua expatriate.

Terus terang ini akan menjadi pengalaman pertama saya kerja di international dan butuh informasi untuk interview dalam jangka waktu dekat ini. Sampai hari ini mereka (QG) belum memberikan offer Basic Salary karena mereka menginformasikan bahwa offer tersebut akan diberikan saat second interview tersebut. Terus terang, saya nggak tahu berapa salary range di QG untuk posisi Sr. Staff tersebut, kalau Pak Thomas berkenan mohon saya diberikan pencerahan mengenai salary range. Contract yang mereka offer adalah short term contract (3+1) sedangkan posisinya sendiri adalah long term. Dalam interview tahap pertama saya diinformasikan bahwa kontrak saya bisa saja dirubah nantinya setelah bergabung menjadi indefinite contract.

Namun saya nggak mau terlalu berasumsi dalam hal ini, sehingga dalam tahap negosiasi saya akan stick ke short term contract saja. Saya mendapatkan info dari salah satu rekan di milis ini juga (Hero?) bahwa salary range untuk posisi Sr. Staff adalah 25000-35000 QAR with upside negosiasi 30% dari range tersebut. Apakah range tersebut memang wajar untuk posisi tersebut. Rekan saya dari bp yang juga pindah ke Qatar mendapatkan BS sebesar 4x dari BS di Indonesia, apakah ini juga bisa menjadi patokan.

Terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih kalau Pak Thomas berkenan membalas email ini.


James Arifin

Pak Thomas,

Terima kasih banyak sudah mau berbagi informasi dengan saya. Informasinya sangat menolong sekali pak. Bisa dijelaskan sedikit apa itu EEO, PMT? $8500 all in gross itu termasuk education, housing, subsidized utilities, transport allowance yah pak.

Untuk Sr. Staff, boleh tahu nggak standard tiket penerbangannya apa? Apakah mereka memberikan juga Emergency Airline ticket dalam hal, misalnya ada keluarga yg meninggal. Semoga pak Thomas nggak keberatan untuk berbagi.


Thomas Yanuar


Untuk Pak Hardinal dan Pak Joni Hasto di Thiess (maaf, saya baru menjawab karena lagi cuti ditanah air sejak 16 Agustus kemaren dan belum sempat buka email). Beikut cuplikan email saya dengan Pak James dari VICO (dan Pak Teddy diRas Gas) tentang perkiraan biaya hidup di Qatar.